Pem. Kab Purbalingga di sarankan Garap Bendungan Slinga jadi obyek Wisata

bendung slinga2

PURBALINGGA,( Dpu – Pengairan ) – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Purbalingga diminta mengambil langkah untuk memanfaatkan Bendung Slinga sebagai obyek wisata baru di Purbalingga. Keberadaan bendung yang berada di Sungai Klawing dan melintas di Desa Slinga, Kecamatan Kaligondang ini tidak berbeda jauh dengan waduk lainnya di Jawa Tengah yang memiliki daya tarik tersediri sebagai wisata air.  Pemandangan disekitar Bendung Slinga sangat bagus dan ada jembatan penghubung antara  Desa Slinga Kecamatan Kaligodang dengan Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari.

            “Kami mencermati wisata air masih menjadi tujuan para wisatawan domestik. Oleh karenanya, kami menyarankan agar pihak eksekutif mampu menangkap peluang dengan memanfaatkan  Bendung Slinga sebagai tempat wisata baru,” kata Anggota Komisi I DPRD Purbalingga Sumoyo, S.Pd, di ruang kerjanya, Selasa (16/7).

            Menurut Sumoyo, setelah selesai pembangunannya pada akhir tahun 2012 lalu, pengunjung di Bendung Slinga semakin ramai. Mereka tidak hanya datang dari sekitar Purbalingga, tetapi juga dari luar Purbalingga.  Para pedagang dari warga skeitar juga mulai bermunculan. “Setiap hari minggu atau hari libur, banyak warga masyarakat yang datang ke Bendung Slinga. Ada yang sekedar memancing, berolah raga, melepas penat  atau melihat pemandangan disekitar bendungan,” ujar Sumoyo.

            Sumoyo mengakui, beberapa kali Bendung Slinga meminta korban jiwa manusia, namun hal itu bisa diantisipasi lagi. Perlu dipasang rambu-rambu yang mengingatkan agar pengunjung untuk tidak mendekat di tempat yang berbahaya. “Kami mencatat ada dua korban yang meninggal di bendungan itu, mereka dari luar Purbalingga. Hal itu karena kecerobohan sendiri dan kurang hati-hati saat berada di tepi bendungan. Namun kami berharap, tidak akan ada korban lagi di bendungan itu,” harap Sumoyo.

            Disekitar bendungan, lanjut Sumoyo, bisa juga didirikan semacam tempat wisata kuliner. Bisa juga dibuat semacam warung apung seperti di Bandung atau di tempat lain.  Hal ini karena ada kecenderungan wisatawan ingin menikmati suasana alami desa baik dari segi menu kulinernya maupun keindahan alam sungainya. ”Selain untuk menggerakan ekonomi masyarakat, kami memprediksi tempat wisata dengan nuansa air masih diminati para wisatawan,” kata Sumoyo.

            Seperti diketahui, bendung Slinga yang merupakan peninggalan Jaman Belanda pada tahun 1916, mulai dibangun pada akhir 2010. Pembangunan dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Daya Air Kementerian pekerjaan Umum Melaui Balai Besar Wilayah Wilayah Sungai Serayu – Opak. Dana pembangunan secara multi years hingga tahun 2012 dengan alokasi anggaran dari APBN sebesar Rp 47.373.616.602,-. Bendung Slinga  mampu menjangkau daerah irigasi seluas 6.727 hektar.

            Dalam suatu kesempatan sebelumnya, Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si mengatakan, bendung Slinga akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan aksesibilitas wilayah serta penambahan obyek wisata baru. “Bendung Slinga mampu mengairi lahan pertanian seluas 6.727 hektar, sehingga akan meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Sedang untuk aksesibilitas wilayah, mampu menghubungkan wilayah Kaligondang dengan Bojongsari melalui jembatan sepanjang 110 meter yang dibangun,” kata Heru Sudjatmoko. (Sumber berita Humas)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *