TAHUN POLITIK, MAHASISWA DIMINTA TETAP FOKUS TUGAS KKN

Pembantu Rektor II Unsoed Prof. DR. Hibnu Nugroho, SH. M.Hum. saat menyerahkan 184 mahasiswa Unsoed yang akan melaksanakan KKN di Kabupaten Purbalingga, di Pendopo Dipokusumo, Selasa (29/01).

Para mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto dan Universitas Peradaban Bumiayu yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Purbalingga, diminta tetap fokus melaksanakan tugasnya dan wajib berdayakan masyarakat di lokasi pelaksanaan KKN tanpa terpengaruh urusan politik.

Pesan tersebut disampaikan Pembantu Rektor II Unsoed Prof. DR. Hibnu Nugroho, SH. M.Hum.  saat menyerahkan 184 mahasiswa Unsoed yang akan melaksanakan KKN di Kabupaten Purbalingga. KKN menurut Prof. Hibnu adalah kegiatan ekstra kurikuler wajib yang diikuti mahasiswa S1 sebagai ajang menggali potensi serta meningkatkan motivasi swadaya masyarakat dan mampu berkontribusi menjawab permasalahan yang ada di masyarakat.

“Serius saja pada KKN, tidak usah melirik politik, kembangkan potensi dimana saudara ditempatkan KKN, kewajiban kalian adalah belajar, belajar dan belajar,” kata Prof. Hibnu di Pendopo Dipokusumo, Selasa (29/01).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kab. Purbalingga Yani Sutrisno UN. S.Sos. menyampaikan, mahasiswa Unsoed yang terbagi dalam 13 kelompok akan melaksanakan KKN di Kab. Purbalingga mulai tanggal 29 Januari sampai dengan 4 Maret 2019 dan akan ditempatkan di 12 desa zona merah pada 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Karanganyar, Mrebet, Padamara, Bobotsari dan Kec. Purbalingga.

“Satu kelompok lainnya dari mahasiswa KKN Unsoed Tematik Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat ditempatkan di Kecamatan Kaligondang yang merupakan KKN lanjutan tahun sebelumnya dari Kemenristekdikti.,” terang Yani.

Selain dari Unsoed, Pemkab Purbalingga juga menerima mahasiswa KKN dari Universitas Peradaban Bumiayu sebanyak 265 mahasiswa yang pelaksanaannya dimulai tanggal 28 Januari sampai dengan 8 Maret 2019 dan terbagi dalam 26 kelompok di 26 Desa pada 5 Kecamatan yang merupakan daerah zona kuning yaitu Kecamatan Bukateja, Kejobong, Kertanegara, Padamara dan Rembang.

“Sebelum terjun ke lokasi KKN, mahasiswa telah melakukan observasi/ survey awal dan telah diberikan pembekalan teknis oleh Bapelitbangda mengenai karakteristik wilayah, potensi, strategi pembangunan dan program prioritas Pemda Purbalingga,” kata Yani.

Pembantu Rektor III Universitas Peradaban M. Shofi Mubarok, M.Pd. yang hadir menyerahkan para mahasiswanya menyampaikan harapannya agar pelaksanaan KKN dapat bermanfaat, meningkatkan kualitas diri dan masyarakat, akan terjadi sinergi, koneksi dan interaksi sehingga ada transfer knowledge, skill dan falue

“Manfaatkan waktu sebaik-baiknya, dan jadikan pengalaman berharga yang tidak akan didapat di perguruan tinggi. Sepintar-pintarnya mahasiswa hanya sebatas teori maka KKN ini perlu sebagai upaya bersinergi dengan masyarakat,” kata M. Shofi.

Sementara itu, Plt. Bupati Purbalingga melalui Asisten Administrasi Umum Sekda Purbalingga Tri Gunawan Setyadi, SH. MH. menyambut baik kehadiran mahasiswa yang melaksanakan KKN. Diharapkan mahasiswa akan dapat memberikan stimulasi bagus untuk desa agar semakin mandiri dalam mengembangkan diri yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

“KKN juga diharapkan jadi salah satu solusi pemecahan masalah yang ada di masyarakat dengan membantu dan mendampingi masyarakat memanfaatkan potensi yang ada baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya,” kata Tri Gunawan.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *