UGM Perhatikan Daeah Tertinggal

PURBALINGGA, INFO- Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berkomitmen ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah pinggiran yang identik dengan ketertinggalan. Hal tersebut disampaikan perwakilan dosen pembimbing lapangan saat menyerahkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata pembelajaran dan Pembelajaran Masyarakat (KKN-PPM) UGM, Arif Kusuma Wanto di Purbalingga, Senin (25/6) di aula Bappelitbangda Purbalingga.

Arif mengatakan, visi misi UGM yang peduli dengan masyarakat kecil di Desa menjadi sebuah tantangan bagi semua warga UGM termasuk para mahasiswa agar pengabdian di masyarakat lebih mengedepankan kepada masyarakat di pinggiran. Menurutnya, KKN zaman dahulu dan sekarang berbeda. Pada zaman dahulu mahasiswa KKN diterjunkan di masyarakat yang lebih mapan secara sumber daya manusia (SDM). Namun, sekarang mahasiswa KKN dikirim ke tempat yang memang membutuhkan peran serta dari para intelektual.

“KKN sekarang harus benar-benar mampu memberikan solusi atas permasalahan yang ada di suatu daearah. Jika 50 hari ke depan permasalahan belum selesai, maka akan dilanjutkan adik-adik kalian di KKN periode mendatang karena UGM ingin memberikan solusi secara tuntas,” kata Arif

Arif menambahkan, ilmu yang didapatkan para mahasiswa selama menjalani masa kuliah akan benar-benar bermanfaat jika diterapkan di tengah masyarakat. Dia pun mewanti tentang perbedaan teori selama masa kuliah dengan praktek yang ada di lapangan. Hal itu akan menambah wawasan para mahasiswa tersebut untuk lebih beradaptasi dengan lingkungan masyarakat yang lebih nyata.

“Ilmu yang kalian dapat bisa saja akan berbeda dengan yang ada di lapangan. Butuh improvisasi dan saya harap kalian bisa beradaptasi dengan masyarakat setempat,” tambahnya.

Kepala Bappelitbangda Purbalingga, Yani Sutrisno Adi Nugroho yang menerima mahasiswa KKN itu menyampaikan selamat datang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga siap membantu dan memfasilitasi kegiatan 60 (enam puluh) mahasiswa KKN. Menurut Yani, UGM yang merupakan perintis perguruan tinggi di Indonesia sudah tidak diragukan lagi kapasitasnya. Pemkab Purbalingga mengharapkan sebuah pemetaan permasalahan yang ada di dua Desa yaitu Bumisari Kecamatan Bojongsari dan Desa Tanalum Kecamatan Rembang.

“Kami mengharap rekomendasi solusi dari mahasiswa KKN UGM ini agar Pemkab Purbalingga mampu memberikan treatment yang tepat bagi permasalahan yang ada,” ujar Yani.

Nantinya, hasil rekomendasi dari mahasiswa KKN akan diikutkan ke dalam perencanaan pembangunan Pemkab Purbalingga sehingga anggaran akan lebih tepat sasaran.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *