Universitas Peradaban Bumiayu Dan Stikes Bina Cipta Husada Purwokerto KKN di Purbalingga

PURBALINGGA, INFO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga tak hentinya menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari berbagai Universitas baik negeri maupun swasta. Bupati menyampaikan akan menerima setiap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk KKN dari Universitas manapun. Hal tersebut disampaikan Tasdi saat menerima mahasiswa KKN dari Universitas Peradaban Bumiayu Brebes dan Stikes Bina Cipta Husada  Senin (29/1) di Pendapa Dipokusumo Purbalingga.

“Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan dengan tangan terbuka menerima apapun yang berhubungan dengan peningkatan kualitas SDM termasuk KKN. Cendekiawan dari Universitas manapun akan kita fasilitasi untuk melakukan kegiatan di Purbalingga,” kata Tasdi.

Tasdi menambahkan, mahasiswa sebagai intelektual dan agen perubahan harus mampu menstransfer knowledge kepada masyarakat. Dia berujar, teori yang didapat selama kuliah akan berbeda bahkan sampai 180 derajat penerapannya di lapangan. Menurutnya, masyarakat Purbalingga yang majemuk dan kemiskinan yang ada di daerah pinggiran membutuhkan peran serta mahasiswa untuk mengidentifikasi solusi yang ditawarkan.

“Mahasiswa KKN Universitas Peradaban dan Stikes Bina Cipta Husada harus bisa menebar hal positif dan knowledge kepada masyarakat. Beri tahukan pada masyarakat sesuatu yang informatif dan bagaimana menangkal hoax. Karena hoax pada masa sekarang sangat mengkhawatirkan,” imbuhnya.

Universitas Peradaban Bumiayu Brebes yang diwakili Pembantu Rektor I Lukman Arifin mengatakan, Kabupaten Purbalingga pilihan yang tepat sebagai tempat KKN. Pihaknya terkesan dengan terobosan yang dilakukan Pemkab Purbalingga terkhusus dalam bidang pendidikan. Dia baru mengetahui mengenai SK Guru Tidak Tetap (GTT) yang telah diterimakan kepada 1664 GTT yang dianggapnya sebagai langkah yang luar biasa.

“Kami tidak salah memilih Purbalingga. Kami baru tahu ternyata GTT di Purbalingga sudah mulai diperhatikan oleh Pemkab Purbalingga. Kami juga mendengar program-program yang luar biasa semisal rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai upaya pengentasan kemiskinan. Kami mohon izin karena ini baru pertama kali kami melakukan KKN di Purbalingga,” ujar Lukman Arifin.

Stikes Bina Cipta Husada yang diwakili Ketua II Cipto Santoso mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Purbalingga yang beberapa kali menerima mahasiswa KKN dari kampusnya. Dia melanjutkan, Pemkab Purbalingga selalu memberikan informasi yang baik tentang keadaan yang ada di Purbalingga serta memberika fasilitas yang baik para mahasiswanya.

“Kami berterima kasih kepada Pemkab Purbalingga yang telah memfasilitasi setiap kegiatan yang kami ajukan termasuk KKN. Semoga kerjasama yang baik ini berdampak bagi para mahasiswa KKN kami yang sedang menimba ilmu di lapangan,” pungkasnya. (PI-8)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *