Pemerintah Kabupaten Purbalingga Rencanakan Pembangunan Rendah Emisi

Purbalingga – Menindaklanjuti rencana aksi pengurangan emisi gas rumah kaca di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah telah mempersiapkan rencana Pembangunan Rendah Emisi Sektor Berbasis Lahan melalui Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK).

Ketua Kelompok Kerja Green Economy and LocallyAppropriate Mitigation Actions in Indonesia (GE LAMA I) Purbalingga, Hikmanudin, menjelaskan Pemerintah Indonesia berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen  dan mendapat dukungan international hingga 41 persen pada tahun 2020.

Kemudian pada Conference of Parties 21 Paris, Presiden Joko Widodo berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 29 persen melalui Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dan 41 persen dukungan dari International pada tahun 2030.

“Pemerintah sudah lama berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca. Presiden SBY berkomitmen menurunkan hingga 26 persen pada tahun 2020. Kemudian Presiden Joko Widodo juga berkomitmen menurunkan hingga 29 persen pada tahun 2030”, usai menjadi pembicara pada acara Konsultasi Publik Strategi Pembangunan Rendah Emisi Sektor Berbasis Lahan di Kabupaten Purbalingga, di Rumah Makan Balai Apoeng, Purbalingga, Senin (16/10/2017).

Hikmanudin menjelaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga dalam aksi pengurangan gas rumah kaca merencanakan strategi pembangunan rendah emisi sektor berbasis lahan.

Pokja Ekonomi Hijau daan Aksi Mitigasi Lokal Di Indonesia atau GE LAMA I Purbalingga, dihadirkan untuk mendukung inisitif pemerintah dalam aksi mitigasi tepat guna di tingkat lokal.

“Aksi mitigasi merupakan kegiatan riil di lapangan dengan tujuan untuk menurunkan emisi karbon berbasis lahan di kabupaten Purbalingga,” terangnya.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Purbalingga, Kusmartadi, menegaskan Pemda Purbalingga memberi perhatian khusus pada perencanaan mitigasi di tingkat lokal.

“Bupati dan Waki Bupati sangat konsen menindaklanjuti aksi penurunan emisi gas rumah kaca di kabupaten Purbalingga,” kata Kusmartadi.

Upaya menurunkan esmisi gas rumah kaca, lanjutnya, harus diawali dari kesadaran. Yakni kesadaran pemerintah dan masyarakat untuk peka terhadap lingkugan.

Kusmartadi, bahkan mengilustrasikan ajakan untuk sadar terhadap lingkungan sudah lama didengungkan oleh sejumlah seniman seperti Ebiet G Ade dan Iwan Fals.

“Sebenarnya yang utama adalah kesadaran. Saya terinpirasi dengan sair lagunya Ebiet dan Iwan Fals yang begitu peka tehadap kondisi alam,” ungkapnya.

Selain Kusmartadhi dari (Bappelitbangda) Purbalingga dan Ir Hikmanudin dari Pokja GE LAMA I, hadir sebagai narasumber pada acara yang difasilitasi oleh World Agroforestry Centre (ICRAF) Bogor itu, Dr Yosep Rudi Priyo N SHut, MSi dari DLHK Provinsi Jateng dan Feri Johana dari ICRAF.

Feri Johana dari ICRAF juga menjelaskan pihaknya menjadi fasilitator asksi penurunan emisi rumah kaca di Indonesia. Dan Purbalingga termasuk salah satu dari 3 kabupaten di Jawa tengah yang menjadi percontohan, dua Kabupaten lainya adalah Kabupaten Bajarnegara dan Kabupaten Banyumas.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *